Labels

Sunday, 10 June 2012

Contoh Makalah Biologi: Kajian Fisiologi dalam Al Qur’an

BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Fisiologi adalah salah satu cabang ilmu Biologi yang merupakan kajian dari ilmu alam (Sains). Fisiologi merupakan ilmu – ilmu yang mempelajari tentang fungsi oragan – organ tubuh makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.
Fisiologi dalam Islam adalah ilmu yang berkaitan dengan proses yang terjadi di dalam diri seseorang. Imam Asy-Syaukani berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “nikmat lahir” adalah nikmat yang terjangkau oleh akal dan panca indra, sedangkan “nikmat batin” adalah selain dari itu. Allah menciptakan makhluk hidup untuk bersyukur kepada-Nya.
B.       RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian fisiologi?
2.      Apa saja ayat – ayat Al-Qur’an yang membahas tentang kajian fisiologi dalam agama?
3.      Apa saja nikmat – nikmat Allah SWT secara fisiologi?
C.      TUJUAN
1.      Menjelaskan pengertian fisiologi.
2.      Mengetahui ayat – ayat dalam Al-Qur’an yang membahas tentang kajian fisiologi dalam agama.
3.      Mengetahui nikmat – nikmat Allah SWT secara fisiologi.
BAB II
PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN FISIOLOGI
Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi. Istilah fisiologi berasal dari kata Yunani, physis yang berarti ‘alam’ dan logos yang berarti ‘cerita’. Pengertian Fisiologi sendiri secara terminologi artinya adalah ilmu yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup, atau sederhananya pengertian Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari kerja organ – organ tubuh makhluk hidup.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mendifinisikan fisiologi sebagai cabang biologi yang berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan atau zat hidup (organ, jaringan, atau sel).
Berdasarkan definisi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa fisiologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi normal dari suatu organisme mulai dari tingkat sel, jaringan, organ, sistem organ hingga tingkat organisme itu sendiri.
Berdasarkan objek kajiannya dikenal fisiologi manusia, fisiologi tumbuhan, dan fisiologi hewan. Meskipun prinsip fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari. Sebagai contoh, apa yang dipelajari pada fisiologi sel khamir dapat pula diterapkan sebagian atau seluruhnya pada sel manusia.
B.       AYAT – AYAT AL-QUR’AN TENTANG FISIOLOGI
Cabang ilmu fisiologi juga mendapat dorongan yang kuat dari Al-Qur’an. Makhluk hidup terutama manusia sebagai hamba Allah SWT yang paling mulia, amat menarik perhatian para ilmuwan, bahkan struktur tubuh jasmaninya menjadi objek kajian para mistikus, teolog, dan dokter sepanjang masa.
Al-Qur’an dan hadits merupakan pegangan hidup manusia. Di dalamnya, terdapat petunjuk tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dan di dalam Al-Qur’an sangat banyak menyebutkan tentang fisiologi, berikut ayat – ayat Al-Qur’an yang membahas tentang fisiologi.

·         Q.S. Az-Zumar(39): 21
ألَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya:
“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber – sumber di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam – tanaman yang bermacam – macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning – kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai – derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar – benar terdapat pelajaran bagi orang – orang yang mempunyai akal.”
v  Penjelasan:
Pada ayat di atas dijelaskan bahwa Allah SWT menurunkan air dari langit yang berupa hujan sebagai sumber – sumber kehidupan di bumi. Dalam ilmu fisiologi dapat dikaitkan dengan proses fotosintesis pada tumbuhan. Pada proses fotosintesis bahan utama yang diperlukan oleh tumbuhan adalah sinar matahari dan air. Bayangkan jika Allah SWT tidak menurunkan air dari langit yang berupa hujan, bumi akan kekeringan sehingga tidak akan ada proses fotosintesis dan tidak akan ada sumber kehidupan di bumi karena manusia dan hewan sebagai konsumen bergantung pada tumbuhan sebagai produsen. Dan dengan proses fotosintesis itu pula tumbuhlah tanaman – tanaman yang bermacam – macam sebagai estetika dari bumi ini.

·         Q.S. Qaaf(50): 16
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
v  Penjelasan:
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa Dia benar – benar mengetahui betapa pentingnya darah, pembuluh darah, serta sirkulasi darah di seluruh tubuh. Dalam ilmu fisiologi dijelaskan Allah SWT yang berhubungan dengan sistem regulasi pada manusia. Urat leher yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah pembuluh darah yang terdapat di leher yaitu Vena Jugular. Dilihat secara anatomis, vena jugular membawa darah dari bagian kepala (otak, kranium/tempurung kepala, wajah) dan leher untuk kembali ke jantung jadi bisa disimpulkan betapa pentingnya dan vitalnya pembuluh ini.

·         Q.S. Qashash(28): 73
وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya:
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.”
v  Penjelasan:
Pada ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa pergantian siang dan malam dalam hubungannya dengan aktivitas manusia merupakan salah satu bentuk nikmat, dimana Dia menjadikan siang hari sebagai waktu bagi manusia mencari karunia-Nya di muka bumi dan menjadikan malam sebagai waktu untuk beristirahat. Dalam ilmu fisiologi juga dijelaskan nikmat Allah SWT ini yang berhubungan dengan sistem koordinasi pada manusia. Pada bagian tengah otak manusia terdapat organ bernama Hipothalamus, organ ini bekerja untuk mengatur kerja organ – organ tubuh lainnya. Hipothalamus sensitif terhadap rangsangan cahaya, sehingga rangsangan cahaya tersebut berdampak negatif terhadap kinerja Hipothalamus, dan memaksa kelenjar Pineal agar menekan laju produksi melatonin (hormon perangsang rasa kantuk). Adapun ketika intensitas cahaya berkurang pada malam hari, Hipothalamus kembali aktif memberikan rangsangan kepada kelenjar Pineal agar menambah produksi melatonin. Dampaknya rasa kantuk hebat yang memaksa tubuh untuk mengurangi aktivitas. Bayangkan apa yang terjadi jika Allah SWT menciptakan siang tanpa malam dan malam tanpa siang. Kemudian di akhir ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa hikmah di balik ini adalah supaya kita mensyukuri nikmat pergantian siang dan malam ini yang telah mendukung kondisi fisiologi tubuh kita untuk beraktivitas, “dan agar kamu bersyukur kepada-Nya’.
C.      NIKMAT – NIKMAT ALLAH SWT SECARA FISIOLOGI
Syari’at sholat lima waktu merupakan salah satu bentuk rahmat dan nikmat Allah ta’ala bagi orang – orang beriman. Baik ditinjau dari sudut pandang ilmu apapun sholat lima waktu sehari semalam selalu memberi pengaruh positif. Di sini akan dibahas ilmu fisiologi yang menerangkan rahasia dibalik hubungan antara sholat lima waktu dan aktivitas organ – organ tubuh manusia. Kalau diperhatikan secara seksama hubungan harmonis antara pembagian waktu sholat dan jumlah raka’at dengan pola perubahan fisiologi manusia selama satu hari penuh, seolah – olah waktu sholat menjadi titik tolak bagi pergantian kondisi hormon yang membuat aktivitas luar tubuh dan dalam tubuh berjalan seirama.
Sholat Subuh
Di awal hari atau tepatnya ketika bangun tidur diperlukan penyesuaian fisik yang bertujuan untuk mencairkan endapan lemak pada dinding – dinding pembuluh darah sebagai akibat dari tidur panjang, dan ternyata sholat dua raka’at merupakan sarana yang sesuai.
Setelah kelenjar pineal mengurangi produksi melatonin akibat rangsangan sinar matahari yang diterima hipothalamus. Peningkatan frekuensi detak jantung dan tekanan darah mulai mengiringi pertambahan kadar cortisol dalam tubuh.
Sholat Zuhur
Mulai waktu sholat dhuha kestabilan kadar cortisol berangsur – angsur goyah dan berkurang hingga mencapai puncaknya pada waktu zuhur yang menimbulkan rasa lelah luar biasa. Namun ternyata, disaat tubuh memerlukan istirahat seperti ini, hormon adrenalin justru mengalami puncak peningkatan. Dari sini manfaat sholat sangat terasa, dengan sholat seseoang memperoleh rasa tenang dan santai.
Sholat Ashar
Sholat ashar memiliki peran penting dalam mengembalikan kesiapan tubuh menghadapi peningkatan mendadak jumlah cortisol guna menghindari kekagetan. Walaupun kadar cortisol tidak sebanyak di pagi hari, tapi cukup untuk mensuplai glukosa guna mendukung aktivitas selama tiga jam kedepan. Itulah sebabnya mengapa kita merasakan seolah ada energi baru setelah waktu ashar.
Sholat Maghrib
Memasuki waktu terbenam matahari, kekuatan rangsangan cahaya matahari yang memasuki hipothalamus berangsur – angsur menurun. Efeknya, kelenjar pineal kembali aktif memproduksi melatonin, sehingga merangsang semua organ tubuh untuk mengurangi aktivitas. Sholat tiga raka’at saat matahari terbenam mengajak tubuh untuk rehat sejenak guna menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologi tiba – tiba setelah berkurangnya kadar cortisol.
Sholat Isya
Setelah sinar merah dari arah tenggelam matahari tanda bahwa langit sudah benar – benar memakai selimut hitam, masuklah kita ke check point terakhir sebagai persiapan menuju istirahat panjang. Pada saat ini, panas tubuh menurun disertai dengan penurunan frekuensi detak jantung, dan sekarang kita sudah siap berangkat menuju alam mimpi.







BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Istilah fisiologi berasal dari kata Yunani, physis yang berarti ‘alam’ dan logos yang berarti ‘cerita’. Pengertian Fisiologi sendiri secara terminologi artinya adalah ilmu yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup, atau sederhananya pengertian Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari kerja organ – organ tubuh makhluk hidup.
Al-Qur’an dan hadits merupakan pegangan hidup manusia. Di dalamnya, terdapat petunjuk tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dan di dalam Al-Qur’an sangat banyak menyebutkan tentang fisiologi, pada makalah ini hanya disebutkan tiga ayat yang berhubungan dengan ilmu fisiologi dari sekian banyak ayat Allah yang ada dalam Al-Qur’an yaitu surah Az-Zumar ayat 21, surah Qaaf ayat16, dan surah Qashash ayat 73 beserta penjelasannya secara singkat.
Syari’at sholat lima waktu merupakan salah satu bentuk rahmat dan nikmat Allah ta’ala bagi orang – orang beriman. Baik ditinjau dari sudut pandang ilmu apapun sholat lima waktu sehari semalam selalu memberi pengaruh positif. Di sini akan dibahas ilmu fisiologi yang menerangkan rahasia dibalik hubungan antara sholat lima waktu dan aktivitas organ – organ tubuh manusia.


B.       SARAN
Agar pembahasan yang ada dalam makalah ini dijadikan sebagai awal untuk memahami dan mengkaji lebih jauh tentang tema yang terkait. Dan agar dapat mengetahui ayat Al-Qur’an yang membahas tentang ilmu fisiologi serta mengetahui nikmat – nikmat Allah SWT yang diberikan pada tubuh manusia.












DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemahannya, cetakan Majeeda. Solo: Tiga Serangkai.
Arifullah, Mohd. 2006. Hubungan Sains dan Agama. Diakses melalui e-journal.iainjambi.ac.id/index.php/kontektualita/article/download/.../pdf  tanggal 5 Mei 2012.
Nahendra, Rizki. . Mengenal Nikmat Ilahi Melalui Ilmu Fisiologi. Diakses melalui http://www.belajarislam.com/mengenal-nikmat-ilahi-melalui-llmu-fisiologi/ tanggal 5 Mei 2012.

Noorhidayati. 2014. Biologi Umum. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.