Pada
tahun 1905 Einstein, seorang pegawai kantor paten di Swiss, memulai
debutnya dalam fisika dengan mengungkapkan teori khusus relativitas
melalui makalah yang berjudul “On the Electrodynamics of Moving Bodies”.
Ada dua asumsi yang diangkat, yakni bahwa semua hukum fisika bersifat
sama ditinjau dari kerangka acuan apapun, dan kecepatan cahaya bersifat
tetap yang tidak tergantung pada kerangka acuan apapun, baik pengamat
maupun sumbernya.
Mekanika
klasik memaklumi asumsi pertama dan sedikit mempermasalahkan asumsi
yang lain. Asumsi kedua setidaknya menjungkirbalikkan anggapan dasar
mekanika Newton. Einstein mengungkapkan
bahwa ruang-waktu adalah relatif diukur dari kerangka acuan kecepatan
cahaya yang tetap. Kesimpulan ini bertolakbelakang dengan mekanika
klasik yang menganggap bahwa besaran waktu adalah absolut dimana
kecepatan cahayalah yang bersifat relatif. Kesimpulan ini kemudian
terkenal sebagai versi khusus relativitas Einstein.
Lebih
dari satu dekade setelahnya, Einstein mengusahakan penjelasan yang
holistik mengenai asumsi-asumsinya dalam berbagai konsep fisika,
misalnya termodinamika, elektromagnetisme, dan terakhir gravitasi.
Penjelasan relativistik mengenai gravitasi kemudian menghasilkan apa
yang disebut sebagai versi umum relativitas Einstein. Stephen Hawking
menancapkan relativitas Einstein jauh menembus galaksi dan tepi alam
semesta, melalui teori dentuman besar (big bang) dan lubang hitam (black
hole).
Pada
mulanya, para fisikawan menertawakan teori-teori Einstein sebelum bom
atom diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki. Ekuivalensi energi