Labels

Thursday, 1 August 2013

Einstein Oh Einstein....juga manusia

Pada tahun 1905 Einstein, seorang pegawai kantor paten di Swiss, memulai debutnya dalam fisika dengan mengungkapkan teori khusus relativitas melalui makalah yang berjudul “On the Electrodynamics of Moving Bodies”. Ada dua asumsi yang diangkat, yakni bahwa semua hukum fisika bersifat sama ditinjau dari kerangka acuan apapun, dan kecepatan cahaya bersifat tetap yang tidak tergantung pada kerangka acuan apapun, baik pengamat maupun sumbernya.
Mekanika klasik memaklumi asumsi pertama dan sedikit mempermasalahkan asumsi yang lain. Asumsi kedua setidaknya menjungkirbalikkan anggapan dasar mekanika Newton. Einstein mengungkapkan bahwa ruang-waktu adalah relatif diukur dari kerangka acuan kecepatan cahaya yang tetap. Kesimpulan ini bertolakbelakang dengan mekanika klasik yang menganggap bahwa besaran waktu adalah absolut dimana kecepatan cahayalah yang bersifat relatif. Kesimpulan ini kemudian terkenal sebagai versi khusus relativitas Einstein.
Lebih dari satu dekade setelahnya, Einstein mengusahakan penjelasan yang holistik mengenai asumsi-asumsinya dalam berbagai konsep fisika, misalnya termodinamika, elektromagnetisme, dan terakhir gravitasi. Penjelasan relativistik mengenai gravitasi kemudian menghasilkan apa yang disebut sebagai versi umum relativitas Einstein. Stephen Hawking menancapkan relativitas Einstein jauh menembus galaksi dan tepi alam semesta, melalui teori dentuman besar (big bang) dan lubang hitam (black hole).
Pada mulanya, para fisikawan menertawakan teori-teori Einstein sebelum bom atom diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki. Ekuivalensi energi