BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Fisiologi
adalah salah satu cabang ilmu Biologi yang merupakan kajian dari ilmu alam (Sains).
Fisiologi merupakan ilmu – ilmu yang mempelajari tentang fungsi oragan – organ
tubuh makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.
Fisiologi
dalam Islam adalah ilmu yang berkaitan dengan proses yang terjadi di dalam diri
seseorang. Imam Asy-Syaukani berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “nikmat lahir” adalah nikmat yang
terjangkau oleh akal dan panca indra, sedangkan “nikmat batin” adalah selain dari itu. Allah menciptakan makhluk
hidup untuk bersyukur kepada-Nya.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
pengertian fisiologi?
2. Apa
saja ayat – ayat Al-Qur’an yang membahas tentang kajian fisiologi dalam agama?
3. Apa
saja nikmat – nikmat Allah SWT secara fisiologi?
C.
TUJUAN
1. Menjelaskan
pengertian fisiologi.
2. Mengetahui
ayat – ayat dalam Al-Qur’an yang membahas tentang kajian fisiologi dalam agama.
3. Mengetahui
nikmat – nikmat Allah SWT secara fisiologi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
FISIOLOGI
Fisiologi
adalah turunan biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi secara
fisik dan kimiawi. Istilah fisiologi berasal dari kata Yunani, physis yang berarti ‘alam’ dan logos yang berarti ‘cerita’. Pengertian
Fisiologi sendiri secara terminologi artinya adalah ilmu yang mempelajari
fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup, atau sederhananya
pengertian Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari kerja organ – organ tubuh
makhluk hidup.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, mendifinisikan fisiologi sebagai cabang biologi yang berkaitan
dengan fungsi dan kegiatan kehidupan atau zat hidup (organ, jaringan, atau
sel).
Berdasarkan definisi di atas, maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa fisiologi adalah cabang dari ilmu biologi yang
mempelajari tentang fungsi normal dari suatu organisme mulai dari tingkat sel,
jaringan, organ, sistem organ hingga tingkat organisme itu sendiri.
Berdasarkan objek kajiannya dikenal
fisiologi manusia, fisiologi tumbuhan, dan fisiologi hewan. Meskipun prinsip
fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang
dipelajari. Sebagai contoh, apa yang dipelajari pada fisiologi sel khamir dapat
pula diterapkan sebagian atau seluruhnya pada sel manusia.
B. AYAT – AYAT AL-QUR’AN TENTANG
FISIOLOGI
Cabang ilmu fisiologi juga mendapat
dorongan yang kuat dari Al-Qur’an. Makhluk hidup terutama manusia sebagai hamba
Allah SWT yang paling mulia, amat menarik perhatian para ilmuwan, bahkan
struktur tubuh jasmaninya menjadi objek kajian para mistikus, teolog, dan
dokter sepanjang masa.
Al-Qur’an dan hadits merupakan
pegangan hidup manusia. Di dalamnya, terdapat petunjuk tentang berbagai aspek
kehidupan manusia. Dan di dalam Al-Qur’an sangat banyak menyebutkan tentang
fisiologi, berikut ayat – ayat Al-Qur’an yang membahas tentang fisiologi.
·
Q.S.
Az-Zumar(39): 21
ألَمْ تَرَ
أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي
الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ
فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ
لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya:
“Apakah kamu
tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka
diaturnya menjadi sumber – sumber di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air
itu tanam – tanaman yang bermacam – macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu
kamu melihatnya kekuning – kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai –
derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar – benar terdapat pelajaran
bagi orang – orang yang mempunyai akal.”
v Penjelasan:
Pada ayat di
atas dijelaskan bahwa Allah SWT menurunkan air dari langit yang berupa hujan
sebagai sumber – sumber kehidupan di bumi. Dalam ilmu fisiologi dapat dikaitkan
dengan proses fotosintesis pada tumbuhan. Pada proses fotosintesis bahan utama
yang diperlukan oleh tumbuhan adalah sinar matahari dan air. Bayangkan jika
Allah SWT tidak menurunkan air dari langit yang berupa hujan, bumi akan
kekeringan sehingga tidak akan ada proses fotosintesis dan tidak akan ada
sumber kehidupan di bumi karena manusia dan hewan sebagai konsumen bergantung
pada tumbuhan sebagai produsen. Dan dengan proses fotosintesis itu pula
tumbuhlah tanaman – tanaman yang bermacam – macam sebagai estetika dari bumi
ini.
·
Q.S.
Qaaf(50): 16
وَلَقَدْ
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ
أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Artinya:
“Dan
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan
oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
v Penjelasan:
Dalam ayat
ini Allah SWT menjelaskan bahwa Dia benar – benar mengetahui betapa pentingnya
darah, pembuluh darah, serta sirkulasi darah di seluruh tubuh. Dalam ilmu
fisiologi dijelaskan Allah SWT yang berhubungan dengan sistem regulasi pada
manusia. Urat leher yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah pembuluh darah
yang terdapat di leher yaitu Vena Jugular. Dilihat secara anatomis, vena
jugular membawa darah dari bagian kepala (otak, kranium/tempurung kepala,
wajah) dan leher untuk kembali ke jantung jadi bisa disimpulkan betapa
pentingnya dan vitalnya pembuluh ini.
·
Q.S.
Qashash(28): 73
وَمِنْ
رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ
وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya:
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam
dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari
sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur
kepada-Nya.”
v Penjelasan:
Pada ayat
tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa pergantian siang dan malam dalam
hubungannya dengan aktivitas manusia merupakan salah satu bentuk nikmat, dimana
Dia menjadikan siang hari sebagai waktu bagi manusia mencari karunia-Nya di
muka bumi dan menjadikan malam sebagai waktu untuk beristirahat. Dalam ilmu
fisiologi juga dijelaskan nikmat Allah SWT ini yang berhubungan dengan sistem
koordinasi pada manusia. Pada bagian tengah otak manusia terdapat organ bernama
Hipothalamus, organ ini bekerja untuk
mengatur kerja organ – organ tubuh lainnya. Hipothalamus
sensitif terhadap rangsangan cahaya, sehingga rangsangan cahaya tersebut
berdampak negatif terhadap kinerja Hipothalamus,
dan memaksa kelenjar Pineal agar
menekan laju produksi melatonin
(hormon perangsang rasa kantuk). Adapun ketika intensitas cahaya berkurang pada
malam hari, Hipothalamus kembali
aktif memberikan rangsangan kepada kelenjar
Pineal agar menambah produksi melatonin.
Dampaknya rasa kantuk hebat yang memaksa tubuh untuk mengurangi aktivitas. Bayangkan
apa yang terjadi jika Allah SWT menciptakan siang tanpa malam dan malam tanpa
siang. Kemudian di akhir ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa hikmah di balik
ini adalah supaya kita mensyukuri nikmat pergantian siang dan malam ini yang
telah mendukung kondisi fisiologi tubuh kita untuk beraktivitas, “dan agar kamu bersyukur kepada-Nya’.
C. NIKMAT – NIKMAT ALLAH SWT SECARA
FISIOLOGI
Syari’at sholat lima waktu merupakan
salah satu bentuk rahmat dan nikmat Allah ta’ala bagi orang – orang beriman.
Baik ditinjau dari sudut pandang ilmu apapun sholat lima waktu sehari semalam
selalu memberi pengaruh positif. Di sini akan dibahas ilmu fisiologi yang
menerangkan rahasia dibalik hubungan antara sholat lima waktu dan aktivitas
organ – organ tubuh manusia. Kalau diperhatikan secara seksama hubungan
harmonis antara pembagian waktu sholat dan jumlah raka’at dengan pola perubahan
fisiologi manusia selama satu hari penuh, seolah – olah waktu sholat menjadi
titik tolak bagi pergantian kondisi hormon yang membuat aktivitas luar tubuh
dan dalam tubuh berjalan seirama.
Sholat Subuh
Di awal hari atau tepatnya ketika
bangun tidur diperlukan penyesuaian fisik yang bertujuan untuk mencairkan
endapan lemak pada dinding – dinding pembuluh darah sebagai akibat dari tidur
panjang, dan ternyata sholat dua raka’at merupakan sarana yang sesuai.
Setelah kelenjar pineal mengurangi produksi melatonin akibat rangsangan sinar matahari yang diterima hipothalamus. Peningkatan frekuensi
detak jantung dan tekanan darah mulai mengiringi pertambahan kadar cortisol dalam tubuh.
Sholat Zuhur
Mulai waktu sholat dhuha kestabilan
kadar cortisol berangsur – angsur goyah
dan berkurang hingga mencapai puncaknya pada waktu zuhur yang menimbulkan rasa
lelah luar biasa. Namun ternyata, disaat tubuh memerlukan istirahat seperti
ini, hormon adrenalin justru
mengalami puncak peningkatan. Dari sini manfaat sholat sangat terasa, dengan
sholat seseoang memperoleh rasa tenang dan santai.
Sholat Ashar
Sholat ashar memiliki peran penting
dalam mengembalikan kesiapan tubuh menghadapi peningkatan mendadak jumlah cortisol guna menghindari kekagetan. Walaupun
kadar cortisol tidak sebanyak di pagi
hari, tapi cukup untuk mensuplai glukosa
guna mendukung aktivitas selama tiga jam kedepan. Itulah sebabnya mengapa kita
merasakan seolah ada energi baru setelah waktu ashar.
Sholat
Maghrib
Memasuki waktu terbenam matahari,
kekuatan rangsangan cahaya matahari yang memasuki hipothalamus berangsur – angsur menurun. Efeknya, kelenjar pineal kembali aktif
memproduksi melatonin, sehingga
merangsang semua organ tubuh untuk mengurangi aktivitas. Sholat tiga raka’at
saat matahari terbenam mengajak tubuh untuk rehat sejenak guna menyesuaikan
diri dengan perubahan fisiologi tiba – tiba setelah berkurangnya kadar cortisol.
Sholat Isya
Setelah sinar merah dari arah
tenggelam matahari tanda bahwa langit sudah benar – benar memakai selimut
hitam, masuklah kita ke check point terakhir
sebagai persiapan menuju istirahat panjang. Pada saat ini, panas tubuh menurun
disertai dengan penurunan frekuensi detak jantung, dan sekarang kita sudah siap
berangkat menuju alam mimpi.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Istilah
fisiologi berasal dari kata Yunani, physis
yang berarti ‘alam’ dan logos yang
berarti ‘cerita’. Pengertian Fisiologi sendiri secara terminologi artinya
adalah ilmu yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk
hidup, atau sederhananya pengertian Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari
kerja organ – organ tubuh makhluk hidup.
Al-Qur’an
dan hadits merupakan pegangan hidup manusia. Di dalamnya, terdapat petunjuk
tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dan di dalam Al-Qur’an sangat banyak
menyebutkan tentang fisiologi, pada makalah ini hanya disebutkan tiga ayat yang
berhubungan dengan ilmu fisiologi dari sekian banyak ayat Allah yang ada dalam
Al-Qur’an yaitu surah Az-Zumar ayat 21, surah Qaaf ayat16, dan surah Qashash
ayat 73 beserta penjelasannya secara singkat.
Syari’at sholat lima waktu merupakan
salah satu bentuk rahmat dan nikmat Allah ta’ala bagi orang – orang beriman.
Baik ditinjau dari sudut pandang ilmu apapun sholat lima waktu sehari semalam
selalu memberi pengaruh positif. Di sini akan dibahas ilmu fisiologi yang
menerangkan rahasia dibalik hubungan antara sholat lima waktu dan aktivitas
organ – organ tubuh manusia.
B.
SARAN
Agar
pembahasan yang ada dalam makalah ini dijadikan sebagai awal untuk memahami dan
mengkaji lebih jauh tentang tema yang terkait. Dan agar dapat mengetahui ayat
Al-Qur’an yang membahas tentang ilmu fisiologi serta mengetahui nikmat – nikmat
Allah SWT yang diberikan pada tubuh manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an dan
Terjemahannya, cetakan Majeeda. Solo: Tiga Serangkai.
Arifullah, Mohd. 2006. Hubungan Sains dan Agama. Diakses
melalui e-journal.iainjambi.ac.id/index.php/kontektualita/article/download/.../pdf tanggal 5 Mei 2012.
Noorhidayati. 2014. Biologi Umum. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.