Labels

Wednesday, 22 May 2013

Apa itu Warna?

Warna??? Siapa sih yang gak kenal warna (gak bermaksud menyinggung yang buta warna, meskipun mereka tahu warna). Kali ini Bukan Iseng Semata akan mengupas tuntas tentang warna. Cek dis aot.



Sejarah Warna




-Sir Isaac Newton


Percobaan yang dilakukan oleh Isaac Newton dengan prisma kaca bahwa cahaya putih terdiri dari warna pelangi (warna spektrum)

-J. C. Le Blon
Menemukan warna utama merah, kuning dan biru dari pigmen. Hal tersebut merupakan permulaan teori RYB atau “merah kuning biru” sebagai warna utama.

-Hermann von helmholzt dan James Clerk Maxwell
Mendasarkan warna pada cahaya matahari dan bertumpu pada hukum-hukum fisika.


-Johann Wolfgang von Goethe
Penggolongan warna menjadi dua warna utama yaitu kuning (berhubungan dengan kecerahan) dan biru (dengan kegelapan)

-Michel Eugene Chevreul
 Direktur utama perusahaan permadani di prancis ini mengembangkan teori ’merah kuning biru’. -The laws of simultaneous Contrast of color (1839). Mencetuskan teori harmoni khususnya pada warna tekstil.

-Sir David Brewster
Teori ini menyederhanakan warna-warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. - Lingkaran warna brewster dapat menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad




Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang diapancarkan, atau secara subyektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panajang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.
Warna merupakan pelengkap gambar serta mewakili suasana kejiwaan pelukisnya dalam berkomunikasi. Warna juga merupakan unsur yang sangat tajam untuk menyentuh kepekaan penglihatan sehingga mampu merangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood atau semangat, dll.

Pemilihan warna adalah satu hal yang sangat penting alam menentukan respons dari calon pemakai/siswa. Warna dalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang (terutama warna background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk keseluruhan gambar/grafis. Warna merupakan unsur penting dalam grafis karena dapat memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihat. Warna mampu memberikan sugesti yang mendalam kepada manusia. Dalam komunikasi grafis, penggunaan warna perlu ditata dan disusun dengan tepat sehingga menimbulkan suasana, mempengaruhi luas kehidupan manusia sekaligus sebagai lambing psikologis. Warna juga bersifat case sensitive meskipun secara universal penggunaan warna-warna di bidang komunikasi grafis telah diakui namaun warna erat kaitannya dengan latar belakang budaya bangsa atau komunitas tertentu yang mungkin memberikan penilaian berbeda untuk penggunaan warna-warna berbeda. Sebagai contoh, warna merah jarang digunakan untuk kemasan produk yang dijual di Saudi Arabia karena nilai budaya setempat meyakini bahwa warna merah adlah haram karena identik dengan darah.

Untuk mencapai deain warna yang efektif bisa dimulai dengan memilih warna yang bisa merepresentasikan tujuan daripada media komunikasi grafis yang dibuat. Pallet warna yang dibuat sebaiknya cocok dengan tujuan atau pesan yang ingin disampaikan. Sebagaimana misalnya Anda ingin mendesain media grafis untuk anak-anak TK, maka ada baiknya Anda memilih warna-warna serah untuk mebuat suasana ceria. Sementara untuk membuat situs komunitas dapat dipergunakan warna-warna hangat agar menimbulkan suasana yang lebih santai. Sebaliknya jika Anda bermaksud untuk menonjolkan penyajian informasi, di mana content akan mendominasi, maka sebaiknya dipergunakan warna-warna sederhana dan tidak mengganggu. Misalnya, jangan menggunakan background kembang-kembang dengan warna yang mencolok.

Dalam sebuah desain, komposisi warna sangat penting. Komposisi berarti to compose, yang berarti mengarang, menyusun atau mengubah. Johannes Itten dalam buku The Elements of Color 1970 pada halaman 91 menyatakan :
“Efek sebuah warna dalam komposisinya ditentukan oleh situasi karena warna selalu dilihat dalam hubungannya dengan lingkaran. Warna yang dikeluarkan dari lingkarannya akan memiliki kekuatan sendiri. Nilai-nilai kepentingan sebuah warna dalam komposisi tidak berdiri sendiri. Kualitas dan kuantitas keluasannya merupakan factor yang sangat menunjang.”



Teori Tentang Warna



Dalam seni rupa, warna merupakan unsur yang sangat penting karena warna bisa menjadi alat untuk berekpresi. Bicara tentang warna, banyak sekali ilmu yang bisa kita pelajari darinya.


1. Teori Sir Isaac Newton (1642-1727)
Dari percobaannya, Newton menyimpulkan bahwa apabila dilakukan pemecahan warna spectrum dari sinar matahari, akan dihasikan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu alias mejikuhibiniu. Warna-warna itu bisa ditangkap mata manusia pada saat ada pelangi.

2. Teori Kesehatan
Teori kesehatan menyatakan bahwa semua warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia adalah warna pokok.

3. Teori Brewster
Teori Brewster menyatakan bahwa warna pokok (primer) adalah warna yang dapat berdiri sendiri dan bukan merupakan hasil percampuran dengan warna lain. Sementara itu, warna yang berasal dari percampuran antara dua warna pokok deisebut warna sekunder. Warna pokok teridir dari warna merah, kuning, dan biru. Warna sekunder adalah warna hijau, jingga dan ungu. Warna hijau dihasilkan dari campuran warna biru dan kuning, sedangkan warna ungu diperoleh dari campuran warna merah dan biru.

Warna yang diperoleh dari percampuran antara warna primer dan warna sekunder disebut warna tertier. Rumus yang diperoleh dari Teori Brewster tersebut memampukan Herbert Ives untuk menciptakan lingkaran warna. Teori tersebut kemudian banyak diikuti orang, terutama mereka yang berkecimpung dalam bidang seni rupa.

4. Teori Munsell
Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan standar warna untuk aspek fisik dan psikis. Teorinya menyatakan bahwa warna pokok terdiri dari merah, kuning, hijau, biru, dan jingga. Sementara warna sekunder terdiri dari warna jingga, hijau muda, hijau tua, biru tua, dan nila.



Pengelompokkan Warna


Orang mengenal warna primer dan warna sekunder. Tiryssae Newton (1642-1727) menemukan hubungan antara cahaya matahari dan warna. Ia berhasil menguraikan cahaya matahari menjadi warna merah, jingga, kuning, biru, nilai, dan ungu. Di atas merah ada warna infra merah dan dibawah warna merah warna ungu ada ultra violet. Uraian warna tersebut dinamakan spectrum. Ahli grafis Jerman Le Blond (1730) menyederhanakan temuan Newton menjadi 3 warna pokok, yaitu merah, kuning dan biru yang dinamakan warna primer. Percampuran dua warna pokok disebut warna sekunder, yaitu merah dan biru menjadi ungu, merah dan kuning menjadi oranye, hijau dan ungu menjadi hijau ungu. Percampuran warna sekunder disebut dengan warna tersier, yaitu orange dan ungu menjadi orange ungu, orange dan hijau menjadi orange hijau, hijau dan ungu menjadi hijau ungu.


1. Warna Pokok (primer)
Warna primer adalah warna yang menjadi pedoman setiap orang untuk menggunakannya. Dalam penggunaannya warna pokok ada dua macam. Untuk grafis, yang dipakai adalah pigmen yang terdiri dari biru (cyan), merah (magenta), dan kuning (yellow). Pada foto dan grafis komputer, warna pokok cahaya terdiri dari red, green, dan blue (RGB). Dalam komputer, warna-warna yang pertama cyan, magenta dan yellow masih ditambahkan warna key (hitam) sehingga dikenal istilah CMYK.





2. Warna Sekunder
Warna sekunder merupakan percampuran antara warna primer.
a. Merah + biru = ungu/violet
b. Merah + kuning = oranye/jingga
c. Kuning + biru = hijau




3. Warna Tersier
Warna tersier merupakan percampuran antara warna sekunder dengan primer.
a. Merah + ungu = merah ungu
b. Ungu + biru = ungu biru
c. Biru + hijau hijau biru
d. Hijau + kuning = kuning hijau
e . Kuning + oranye = oranye kuning






Dimensi Warna


Dimensi warna merupakan sifat-sifat dasar dari warna itu sendiri. Menurut The Prang System, warna dibagi menjadi tiga dimesi, yaitu :

1. Hue, berkait dengan panas-dinginya warna, termasuk didalamnya warna primer, sekunder dan tersier.

2. Value, berkait dengan terang-gelapnya warna, menunjukkan kulitas sinar yang direfleksikan oleh sebuah warna atau menunjukkan gelasp terangnya warna, dilakukan dengan menambahkan warna putih atau hitam.

3. Intensity, berkait dengan cerah-suramnya warna, menunjukkan kuat-lemahnya warna. Pengurangan intensitas dicapai dengan mencampur atau menambah warna murni dengan warna-warna setral seperti putih, hitam, abu-abu atau dengan warna-warna komplemen.







Warna dalam Komputer

Di layar komputer mungkin terlihat warna yang menarik, saat dicetak/print mungkin warna tidak sesuai tampil di layar. Karena untuk aplikasi cetak hanya dipakai gabungan warna CMYK, sedangkan di layar monitor menggunakan RGB, HLS, Hexadesimal dll.

Di dunia komputer grafis banyak sistem/model warna, antara lain :
a. RGB (Red Green Blue)
b. CMYK (Cyan Magenta Yellow Black)
c. HLS (Hue Lightness Saturation)
d. LAB Color (Lightness A (green-red axis) B (blue-yellow axis)
e. RGB Hexadecimal: missal :#FF0000

Dalam kebutuhan cetak dan printing, warna yang dipakai adalah sistem/model CMYK, sedangkan untuk tampil di layar monitor saja (missal :web, wallpaper, game, video) warna yang bisaa digunakan adalah RGB dan RGB Hexadecimal. Saking banyaknya warna, maka kita sulit mendapatkan warna yang sesuai dan disepakati banyak pihak. Oleh karena itu muncullah standar warna seperti Pantone, DIC, Toyo, Trumatch dll, untuk menyamakan persepsi warna dengan menggunakan kode angka.



Tips Memilih Warna


1. Sebelum memilih-milih warna anda harus mengetahui pembuatan warna. Anda harus dapat membedakan antara hue, lightness, saturation juga warna primer, komplementer, monokrom dan psikologi warna.

2. Mengetahui target/audience yang akan menggunakan karya anda. Apakah audience anda anak balita, remaja, dewasa atau usia lanjut, laki-laki atau perempuan. Sehingga anda tinggal mencocokkan dengan warna dengan psikologi yang diinginkan.


3. Jika anda telah memilih warna tertentu, bukan berarti warna lain tidak bisa dipakai. Yang harus anda perhatikan jangan sampai warna lain mengalahkan kekuatan warna yang anda pilih.

4. Sebelum mendesain, sebaiknya tentukan dahulu warna latar belakang. Karena warna background akan dilihat / dirasakan pertama kali. Warna background disini bisa berupa blok warna atau gambar monokrom.


5. Keuntungan background gelap yaitu dapat diberi efek cahaya / flare. Keuntungan background putih dapat diberi efek bayangan.


6. Sebelum memilih warna yang berbeda jenis / hue, lebih mudah pilih warna monokrom yang berbeda gelap terang (lightness) atau cerah pudar (tint)nya. Terlalu banyak perbedaan warna hue, seperti warna pelangi, akan sulit mangaturnya, disbanding 2 warna tapi dengan variasi gelap terang (lightness).


7. Terlalu banyak warna hue dan lightness akan mengakibatkan kontras yang berlebihan. Hanya sedikit batas antara kontras dan kacau (chaos).


8. Tentukan / batasi warna utama hanya 2 atau 3 warna hue saja. Hitam dan putih jangan dianggap sebagai warna karena fungsinya adalah hitam sebagai cahaya (lightness).


9. Desain menggunakan 4 warna bisa menguras waktu dan tenaga. Desain menggunakan 5 warna adalah terlalu sulit, akan memeras pikiran dan resiko gagalnyapun tinggi. Bayangkan saja anda mempunyai 5 pegawai dan 2 pegawai, tentu akan lebih mudah mengatur sedikit pegawai, dengan banyak pegawai bisa-bisa kantor anda tidak effisien sehingga bisa menimbulkan demo unjuk rasa (chaos).


10. Jika anda belum berani bereksperimen dengan warna atau ingin belajar menahan diri, gunakan warna akromatik / grayscale! Ini akan menghindari dari masalah clash atau chaos. Juga akan menghemat ongkos produksi lebih dari 60%. Anda bisa lebih leluasa dengan kaidah yang seperti irama, fokus, kontinuitas, keseimbangan dll.


11. Alam adalah contoh yang baik untuk mendapatkan kombinasi warna yang harmonis. Lihatlah pohon, daun, tanah dan langit di saat pagi hingga malam. Karena kita terbisaa dengan alam tersebut maka mata kita tidak mengatakan “kacau”. Sehingga tidak ada warna hue yang “bertabrakan” di alam.


12. Warna yang tidak bisaa / tidak natural seperti : cyan, magenta, ungu daoat dipakai untuk “mengejutkan” audience. Tetapi jika terlalu banyak kejutan, karya anda akan kehilangan informasi yang ingin disampaikan.


13. Di software seperti Coreldraw dan Adobe Photoshop, ada fasilitas untuk mengambil warna dari gambar yaitu Color Picker. Dengan tool ini anda dapat mengambil sample warna dari foto digital yang anda anggap baik. Sehingga desain anda dapat mengikuti warna yang sudah dianggap baik tersebut.


14. Mencampur warna dengan tool Blend Tool di Coreldraw atau Gradient Tool di Photoshop akan menghasilkan warna baru. Dengan menu Edit Copy Propeties From.. , anda dapat memilih warna pada salah satu warna di object blend tersebut.
Dengan model ‘Blend tool’ dan ‘Copy Propeties From….’ Saja, anda dapat membuat desain dengan warna sulit (yang berasal dari 2 warna hijau dan orange) yang cocok satu sama lain.


15. Banyak sekali bahkan jutaan warna yang bisa anda pilih di dunia ini. Oleh karena itu sering-seringlah menyimpan / save warna baru yang belum ada di palet warna software grafis, sehingga koleksi warna anda semakin kaya.


16. Experimen! Warna di media elektronik dan cetak mempunyai masalah yang berbeda. Belum lagi teknologi komputer dengan digital prinitngnya yang mampu menampilkan warna dpotlight/nyala, yang terdiri dari 8 campuran warna (bandingkan dengan CMYK yang hanya 4 warna).


17. Spot color: tampilan sedikit warna diantara warna-warna hitam putih Jika kamu ingin memberi kesan informatif: cukup dengan warna hitam putih, tetapi bila ingin memberikan kesan persuasif: sebaiknya berwarna, sebaiknya atraktif (produk-produk makanan, minuman, kecantikan, property, jasa pariwisata). Contoh aplikasinya dalam media pembelajaran misalnya: kamu di suruh membuat bahan ajar cetak untuk anak SD.


Respon Psikologi Terhadap Warna

Color express moods of nature, ungkapan Walter Sargent dalam bukunya The Enjoyment and use of color, mengatakan bahwa warna itu mengungkapkan keadaan/suasana alam.
Menurut Maitland Graves, dalam bukunya “The Art of color and design”, diketahui bahwa:

 a. Warna panas/hangat adalah: keluarga kuning, jingga, merah.
Sifat: positif, agresif, aktif, merangsang.


b. Warna dingin/sejuk: keluarga hijau, biru, ungu
Sifatnya: negative, mundur, tenang, tersisih, aman.

c. Warna yang disukai mempunyai urutan seperti berikut:
merah, biru, ungu, hijau, jingga, kuning.


Menurut F.S. Breeds dan SE, Katz warna merah lebih popular untuk wanita dan biru untuk pria. Wanita lebih sensitive daripada pria. Hal tersebut kemungkinan karena lebih banyak pria yang buta warna dibandingkan dengan wanita. Warna murni dan hangat disukai untuk ruangan sempit, sementara warna gelap n pastel digunakan untuk ruangan luas. Kombinasi warna yang disukai adalah warna kontras/komplemen, selaras analog atau nada, monokromatik.



Warna dan Kepribadian Seseorang

Berikut ini adalah warna-warna yang mempunyai asosiasi dengan pribadi seseorang, diambil dari buku Design in Dress oleh Marian L. David :
a. Merah : cinta, nafsu, kekuatan, berani, primitive, menarik bahaya, dosa, pengorbanan, vitalitas.
b. Merah jingga : semangat, tenaga, kekuatan, pesat, hebat, gairah.
c. Jingga : hangat semangat muda, ekstrimis, menarik.
d. Kuningjingga : kebahagiaan, penghormatan, kegembiraan, optimisme, terbuka.
e. Kuning : cerah, bijaksana, terang, bahagia, hangat, pengecut, penghianatan.
f. Kuning hijau : persahabatan, muda, kehangatan, baru, gelisah, berseri.
g. Hijau muda : kurang pengalaman, tumbuh, cemburu, iri hati, kaya, segar, istirahat, tenang.
h. Hijau biru : tenang, santai, diam, lembut, setia, kepercayaan.
i. Biru : damai, setia, konservatif, pasif, terhormat, depresi, lembut, menahan diri, ikhlas.
j. Biru ungu : spiritual, kelelahan, hebat, kesuraman, kematangan, sederhana, rendah diri, keterasingan, rsisih, tenang, sentosa.
k. Ungu : misteri, kuat, supremasi, formal, melankolik, pendiam, agung (mulia).
l. Merah ungu : tekanan, intrik, drama, terpencil, penggerak, terpencil.
m.Coklat : hangat, tenang, alami, bersahabat, kebersamaan, tenang, sentosa, rendah hati.
n. Hitam : kuat, duka cita, resmi, kematian, keahlian, tidak menentu.
o. Kelabu : tenang.
p. Putih : senang, harapan, murni, lugu, bersih, spiritual, pemaaf, cinta, terang.



Secara umum, warna dikaitkan dengan pertimbangan makna psikologis


a. Merah : darah, marah, berani, seks, bahaya, kekuatan, kejantanan,
kebahagiaan, cinta, keunguan: mulia, agung, kaya, bangga
(sombong), mengesankan.
b. Hitam : misteri, berwibawa, berkelas, konservatif, kegelapan, tegas, kukuh,
formal, struktur yang kuat
c. Merah jingga : semangat, tenaga, kekuatan, pesat, hebat, gairah.
d. Kuning jingga : kebahagiaan, penghormatan, kegembiraan, optimisme, terbuka.
e. Putih : sporty, bersih, segar, mahal, positif, merangsang, cemerlang,
ringan, sederhana, polos, jujur, murni., suci,lugu, spiritual, tenang.
f. Kelabu : maskulin, serius, tenang, sopan, sederhana, orang yang telah
beumur, kepasifan, sabar, rendah hati, intelegensia, ragu-ragu,
tidak dapat membedakan yang penting dan tidak penting. Netral,
penengah dalam peperangan.
g. Jingga : kecerahan, hangat, semangat muda, ekstrimis, menarik.
h. Kuning : ceria, hangat, semangat, cerah, kesenangan, kelincahan kemuliaan
cinta, pengertian yang mendalam, lambang intelektual, bijaksana,
pengecut, pengkhianatan.
i. Kuning hijau : persahabatan, muda, kehangatan, baru, gelisah, berseri.
j. Hijau muda : tumbuh, cemburu, kurang berpengalaman, iri ahti, kaya, segar,
istirahat, tenang.
k. Hijau biru : tenang, santai, diam, lembut, setia, kepercayaan.
l. Biru : melankolis, teknologi, sejuk, pasif terhormat, tenang, damai,
depresi, menahan diri, ikhlas, setia, konservatif, lembut, menahan
diri. Goethe menyebutnya mempesona, spiritual, monoteis,
kesepian, sedang memikirkan masa lalu dan masa akan datang.
Warna perspektif yang menarik kita dalam kesendirian, dingin,
membuat jarak, dan terpisah. Melambangkan kesucian dan
harapan.
m. Ungu : kebesaran, sejuk, negative, mundur, tenggelam dan khidmat,
berarti sukacita, kontemplatif, suci, lambang agama, murung,
melankolis, pendiam, agung(mulia), aristokrasi, dan menyerah.
n. Cokelat : bersahabat, hangat, tenang, alami, kebersamaan, sentosa,
rendah hati.
o. Hijau : emosi hamper mendekati pasif, lebih istirahat. Melambangakan
renungan, kepercayaan(agama), dan keabadian.Fungsi:kesegaran,
mentah, muda, belum dewasa, pertumbuhan, kehidupan dan
harapan, kelahiran kembali, dan kesuburan.
 p. Pastel : lembut, feminim, romantis, inspirasi.



Warna dan Budaya


a. Spanyol dan Venesia

Kaum elite dikuasai warna biru dan hitam

b. Cina

Lambang dinasti di Cina berbeda-beda. Warna dinasti Sung: coklat, dinasti Ming: hijau, Ching: kuning. Kaisarnya memakai warna biru bila sedang memuja langit, kuning waktu menyembah tanah, dan tinta merah waktu menandatangani surat-surat perintah.Warna kuning dianggap warna suci.Saat pertunjukan teater, orang suci ditampilkan dengan muka merah, orang jahat dengan warna putih, dan orang udik dengan warna hitam.Putih dilambangkan sebagai warna duka cita .Warna merah digunakan saat perayaan pernikahan dan pengantin wanitanya mengenakan pakaian berwarna merah.

c. Barat


Di Barat warna putih digunakan untuk mempelai wanita, ketika pernikahan, sama hal nya dengan suku sunda.

d. Yunani


Phytagoras melambandkan patung-patung wanita berpita. Pita putih melambangkan kesucian, pita merah melambanagkan cinta dan pengorbanan, pita biru melambangkan social dan integritas. Pada cerita Odyssey, baju ungu kemerahan melambangkan pengembaraan Odysseus.Pada lakon Illias, warna merah merupakan lambing peperangan berdarah dalam cerita tersebut. Mitologi yunani mengatakan, bahwa warna hijau melambangkan dewa Hermes (lambangnya biru), dan dewi Aphrodite(lambangnya kuning menjadi dewa Hermaphrodite(hijau)

e. Indonesia


Warna bendera Indonesia berasal dari konsep, getah dan getih yang berwarna merah dan putih, yaitu zat cair yang mengalir dalm tubuh makhluk yang memberikan kehidupan. Lambang kehidupan yang mengalir terus menerus. Warna merah keunguan disukai oleh raja-raja di masa lampau. Warna simbolik sifatnya dan tokoh pewayanangan kulit

f. Sunda

Di sunda warna hijau identik dengan warna tokoh yang jahat dalam suatu cerita, salah satu contohnya adalah buto ijo (tokoh raksasa)

g. Yogya

Di Yogya, kuning dipakai sebagai warna payung kebesaran Sultan Yogyakarta

h. Mesir

Pada zaman mesir kuno, mahkota putih menghiasi osaris. Pendeta-pendeta mengunakan jubah putih untuk menyembah dewa Jupiter. Kuning dan emas melambangkan matahari, merah melambangkan pria, hijau lambang keabadian, ungu warna tanah, biru lambang akhirat dan keabadian. Biru dipakai oleh para pendeta, sebagai lambing kesucian dalam peradilan hokum. Osiris dilambangkan dengan warna hijau. Horus (anaknya) dilambangkan dengan warna putih. Set, dewa kejahatan berwarna hitam), Shu dewa yang memisahkan langit dan bumi berwarna merah, dan Amen, dewa kehidupan berwarna biru.

i. Asia

Di India, dewa Brahmana dilambangkan dengan kuning, Siwa, dewa perusak dilambangkan dengan warna hitam. Kuning merupakan lambang budha, Arah mata angin di cina dilambangkan dengan: Utara hitam, Selatan merah, timur hijau, barat putih.Warna hijau abadi menunjukkan waktu, bangsa2 dilambangkan dengan dengan empat warna, merah (mesir), kuning (asia), putih (bangsa dari utara), hitam (negro).


Warna dan Desain

Dalam desain, warna dapat menunjukkan gaya/style sebuah desain:

a. Warna etnik:warna yang berciri gaya etnik/tradisional, contohnya dominant warna
hijau tua, coklat, dsb.

b. Warna pop art: warna yang menggunakan warna-warna cerah (khas pop art),
seperti perpaduan warna merah, kuning, orang, dsb.


c. Warna op-art (psikodelik): warna yang menngunakan warna-warna yang
memberikan efek khusus terhadap mata yang melihatnya( seperti kesan
luas/sempit, tinggi-rendah, dsb.). Contoh komposisi warna tersebut adalah: warna
merah-biru, merah-hijau, dsb.


d. Warna posmo (postmodern): warna yang menggunakan warna-warna soft yang
mencirikan gaya postmodern. Contoh: perpaduan warna pastel.


Fungsi Warna

a. Warna pada karya seni rupa memiliki fungsi
1) estetik,
2) simbolik,
3) ekspresi,
4) ungkapan perasaan
5) Personal expression

b. Warna pada karya desain:
1) Fungsi praktis,
2) estetik,
3) simbolik
4) Personal taste



Itulah banyak sedikit info dari saya mengenai warna, semoga menambah pengetahuan anda.

Tuesday, 14 May 2013

Mengatasi Radiasi Handphone

Di zaman sekarang ini siapa yang tak kenal dengan benda kecil yang bisa dibawa kemana-mana, dari kota besar sampai ke pelosok hampir dapat kita temui benda ini. Ya, handphone merupakan alat telekomunikasi yang sekarang penyebarannya sudah sangat luas. Memang handphone memiliki fungsi yang sangat bermanfaat yaitu dapat memudahkan seseorang berkomunikasi dengan orang lain dalam ruang lingkup yang sangat luas.



Namun Tahukah Anda? dibalik manfaat yang luar biasa tersebut handphone juga menyimpan bahaya yang sangat luar biasa, dalam sebuah diskusi yang dipelopori oleh WHO disimpulkan bahwa handphone atau hp ini bersifat karsinogenik, sehingga diperlukan strategi dan edukasi untuk mengatasi bahaya radiasi handphone bagi kesehatan manusia. Bahaya radiasi handphone ditengarai bisa menimbulkan sejumlah penyakit dan kelainan kesehatan misalnya, tumor otak, kanker, Alzheimer, Parkinson, kelelahan (fatigue), dan sakit kepala.



Untuk mengatasi bahaya radiasi handphone dibawah ini beberapa tips yang perlu diketahui :




1. Mengaktifkan speaker.

Memakai speaker saat menelepon atau menerima panggilan akan mengurangi energi atau tingkat bahaya radiasi handphone-nya. Demikian juga, semakin jauh anda dari antena handphone, akan semakin rendah tingkat radiasinya. Kabel headset pada banyak handphone juga bisa bertindak sebagai antena, dan dapat mengirimkan sejumlah radiasi elektromagnetik ke pengguna handphone. Karena itu bijaksanalah dalam memakai kabel headset.

2. Lebih baik SMS.

Bila anda terbiasa dengan SMS-ria, sekarang anda punya alasan kuat untuk memaksimalkan kebiasaan anda tersebut. Mengirim teks via SMS akan membatasi durasi paparan bahaya radiasi handphone, dan menjaga jarak handphone dari kepala dan tubuh kita.


3. Setting ke mode off line.

Waktu Hp tidak dipakai, jangan lupa untuk mematikannya. Atau, setting menjadi offline, stand alone, atau flight mode, yang akan mematikan transmitter-nya namun masih memungkinkan Anda untuk menggunakan handphone untuk main game atau mendengarkan musik, serta membuka aplikasi lain kecuali menelepon dan browsing internet.

4. Memakai HP sebaiknya di ruang yang luas.

Ketika berada di lift yang sempit, mobil atau kendaraan, batasi penggunaan telepon seluler. Jangan memakai handphone saat mengemudi, karena akan membahayakan keselamatan anda maupun pengguna jalan raya lainnya. (Apalagi menjepit handphone di helm.)

5. Lihat indikator penerimaan sinyal.

Kurangi memakai handphone saat indikator penerimaan sinyalnya lemah, atau ketika anda sedang berada dalam kendaraan yang melaju kencang termasuk kereta api. Handphone akan meningkatkan kekuatan penerimaan sinyal hingga maksimal, karena handphone selalu mencari sinyal ke antena relay yang baru.


6. Memakai telinga secara bergantian.

Jika anda diharuskan menelepon dalam jangka waktu lama, cobalah memakai telinga kiri dan telinga kanan bergantian secara berulang kali. Hal ini bisa membatasi paparan bahaya radiasi handphone pada satu sisi kepala saja, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko tumor otak dan kanker kelenjar ludah pada telinga yang sering digunakan untuk mendengarkan ponsel. Bila diibaratkan dengan olahraga berjalan atau lari, semakin jauh berjalan akan terasa capek dan otot pegal. Demikian pula menelepon, ada masanya untuk istirahat bagi otot pendengaran.


7. Menelepon seperlunya saja.

Sebaiknya menelepon dengan handphone singkat dan seperlunya saja. Cukup untuk mengatur jadwal bertemu dengan nasabah, atau mengingatkan anak untuk belajar, misalnya. Jika anda ingin ngobrol dengan teman lama yang baru ketemu di jejaring social facebook atau twitter, sebaiknya memakai telepon rumah. Hal ini kelihatannya sepele, tapi ini bisa mengurangi bahaya radiasi handphone. Perlu diingat, risiko tumor otak dimulai pada tingkat paparan kumulatif yang relatif rendah.

8. Mengurangi pemakaian Smartphone.

Perangkat smartphone seperti BlackBerry atau iPhone menghasilkan emisi yang lebih tinggi daripada handphone biasa. Smartphone lebih banyak bergantung pada energi dari baterai untuk melakukan aktivitas e-mail, koneksi internet, dan men-display warna. Mengurangi pemakaian smartphone merupakan langkah bijak untuk mengurangi bahaya radiasi handphone.

9. Handphone jangan langsung ditempel ditelinga, jika koneksi belum tersambung.

Setelah menekan tombol nomor telepon yang dituju, tunggu beberapa saat sampai ada indikator tersambung. Saat itu, ponsel itu sedang mengirimkan sinyalnya yang terkuat karena sedang berusaha untuk terkoneksi.


10. Jangan kantungi handphone

Dalam suatu penelitian, diketahui bahwa pria yang membawa telepon selulernya di dalam saku celana cenderung memiliki jumlah sperma 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok pria lain yang tidak menyimpan ponselnya di saku celana. Setiap bagian dari tubuh menyerap radiasi pada intensitas yang berbeda, dan jaringan testikular kemungkinan juga lebih mudah diserang. Jadi jangan kantungi handphone jika tak ingin terkena bahaya radiasinya.

11. Malam hari sebaiknya handphone dimatikan.

Jika tetap menyala, sebaiknya diletakkan di luar kamar tidur, agar gelombang elektromagnetik tidak menyerang organ otak manusia.

 12. Jauhi anak balita dari handphone.

Anak-anak usia dibawah 8 tahun sangat riskan terhadap bahaya radiasi handphone ini, sehingga sangat disarankan untuk tidak menggunakan HP.

13. Gunakan tutup (casing) anti radiasi handphone.

Di pasaran sekarang ini banyak ditawarkan berbagai produk untuk mengurangi bahaya radiasi handphone, mulai dari stiker antiradiasi handphone hingga casing khusus untuk smartphone yang radiasinya cukup tinggi. Sebuah pengujian independen yang dilakukan majalah Wired menunjukkan, beberapa merek casing antiradiasi hp mampu mengurangi radiasi hingga 66,7 persen.



Memang telepon seluler sangat besar manfaatnya tapi tak ada salahnya bagi kita untuk aware dan bijak dalam pemakaian handphone, termasuk untuk selalu mengedukasi masyarakat agar terhindar dari bahaya radiasi yang disebabkan oleh handphone. Itulah cara mengatasi bahaya yang disebabkan oleh radiasi handphone.
Semoga bermanfaat

Wednesday, 8 May 2013

Belajar dari Setan


tahukah anda? manusia teryata perlu belajar dari setan tentang bagaimana memotivasi dalam menjalani kegiatan hidupnya sehari hari. sikap manusia yang mudah menyerah sangat berbanding terbalik dibandingkan setan yang terus menjaga semangat untuk menggoda manusia.




berikut sikap positif yang patut kita teladani.



1. pantang menyerah


setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh dalam menggapai sesuatu ataupun dalam menghadapi ujian dari Allah swt.



2. kreatif


setan akan mencari cara apapun dan bagaimanapun untuk menggoda manusia agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh ide. sedangkan manusia ingin enaknya saja, banyak yang malas. kebanyakan dari manusia selalu ingin mendapatkan mendapatkan sesuatu dengan cara yang instan, padahal cara instan tersebut bisa merugikan orang lain. yang haram dianggap menjadi hal yang halal.

 


3. konsisten


setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, tak pernah mengeluh dan berputus asa. sedangkan manusia banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih nganggur dan membutuhkan pekerjaan.

 


4. solider


sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bermusuhan, membunuh dan menyakiti.

 


5. jenius


setan itu paling pintar otaknya dalam mencari cara agar manusia tergoda. sedangkan manusia banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat, tidak mau menciptakan ide-ide baru.


 

6. tanpa pamrih

setan itu bekerja 24 jam tanpa mengharapkan imbalan apapun. sedangkan manusia, tidak dibayar tidak akan dilakukan. materi seharusnya bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini! harusnya kita saling membantu kepada sesama umat manusia.

 


7. suka berteman dan kompak


setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak. sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois. manusia dalam mengerjakan sesuatu cenderung ingin menonjolkan kemampuannya sendiri dibanding bekerja sama dengan orang lain.




itulah dari saya, semoga bermanfaat, untuk setan-setan jangan bangga dulu ya...:D

Saturday, 4 May 2013

Ketika Orang Atheis Bertanya Tentang Tuhan

Anda tahu atheis? Atheis adalah suatu paham yang menganggap tuhan itu tidak ada! Menurut orang-orang atheis semua harus masuk akal, sehingga bagi mereka tuhan itu tak masuk akal.
Jika orang-orang atheis berkeyakinan bahwa segala sesuatu haruslah masuk akal agar bisa dipercaya dan bertanya tentang siapa pencipta tuhan justru pertanyaan yang diajukan olehnya tidaklah masuk akal. Hal ini menandakan bahwa pertanyaan tersebut bukanlah muncul dari akal sehat karena akal sehat tidaklah bertabrakan dengan kebenaran.

Syeikh Muhammad Shaleh al Munjid mengatakan jika kita membuka perdebatan terhadap pertanyaan Siapa Pencipta tuhan? maka si penanya akan bertanya lagi: Siapa Pencipta yang Menciptakan Tuhan? lalu Siapa Pencipta yang menciptakan si Pencipta Tuhan? begitu seterusnya tanpa ada akhirnya, dan ini tidaklah masuk akal.
Sedangkan seluruh makhluk yang ada berujung pada Sang Pencipta yang menciptakan segala sesuatu dan tak ada satu pun yang menciptakannya akan tetapi Dia lah Sang Pencipta yang tidak ada selain-Nya, dan inilah yang sesuai dengan akal dan logika.

Pertanyaan tersebut hanyalah bersumber dari setan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Nabi SAW bersabda, "Setan akan mendatangi seorang dari kalian lalu mengatakan, 'Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan ini? sehingga dia akan berkata, 'Siapa yang menciptakan Tuhanmu? Dan ketika dia menghinggapinya maka berlindunglah kepada Allah darinya dan harus dia menyudahinya. "

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata bahwa Nabi SAW bersabda, "Manusia akan senantiasa bertanya sampai yang dikatakan, 'Ini adalah Allah yang menciptakan makhluk lalu siapakah yang menciptakan Allah?' dan barangsiapa yang mendapatkan sedikit saja tentang hal ini maka katakanlah 'Aku beriman kepada Allah. "

Nabi SAW bersabda, "Manusia senantiasa bertanya ke seorang dari mereka berkata, 'Ini Allah yang menciptakan makhluk lalu siapakah yang menciptakan Allah? ' Ketika mereka mengatakan demikian maka katakanlah:

الله أحد, الله الصمد, لم يلد ولم يولد, ولم يكن له كفوا أحد

(Allah Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.)

Kemudian meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah (kepada Allah) dari godaan setan."

Dengan demikian jelaslah bahwa pertanyaan semacam itu adalah dari setan yang ingin merusak agama dan akal sehatnya dan mejauhkannya dari Allah dan kebenaran.
Mungkin saja jawaban seperti ini tidak diterima oleh seorang yang kafir kepada Allah dikarenakan sifat ingkar dan dusta yang ada di dalam hatinya telah menutupi kebenaran dan akal sehatnya namun tidak bagi seorang mukmin yang hatinya senantiasa hidup dengan mengingat Allah serta meyakini bahwa Allah adalah Sang Pencipta seluruh makhluk-Nya dan Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir.

هو الأول والآخر والظاهر والباطن وهو بكل شيء عليم

Artinya: "Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu." (QS. Al Hadid: 3)

Nabi SAW ketika akan tidur maka dia berbaring diatas bagian kanan tubuhnya lalu berdoa:

اللهم, رب السموات ورب الأرض ورب العرش العظيم, ربنا ورب كل شيء, فالق الحب والنوى, ومنزل التوراة والإنجيل والفرقان, أعوذ بك من شر كل ذي شر أنت آخذ بناصيته, اللهم, أنت الأول فليس قبلك شيء, وأنت الآخر فليس بعدك شيء, وأنت الظاهر فليس فوقك شيء, وأنت الباطن فليس دونك شيء, اقض عنا الدين, وأغننا من الفقر. "

"Wahai Allah Tuhan langit dan Tuhan bumi serta Tuhan Arsy yang agung. Wahai Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, yang menurunkan Taurat, Injil dan Al Furqon. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap pemilik kejahatan. Engkaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah Yang Awal dan tidaklah ada sesuatu sebelum-Mu. Engkaulah Yang Akhir dan tidaklah ada sesuatu setelah-Mu. Engkaulah Yang Zhahir dan tidaklah ada sesuatu diatas-Mu, Engkaulah Yang Bathin dan tidaklah ada sesuatu tanpa-Mu maka tunaikanlah hutang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran. "



Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.

Wednesday, 1 May 2013

BERNAFAS SAAT BERLARI ITU PENTING!!!


Ide untuk menulis ini ku dapat saat jogging sore keliling kampus.



LARIIIIIIIIIIIII!
Kebanyakan orang berpikir olahraga lari hanya mengandalkan kaki dan bantuan dari lengan, itu salah! Karena sistem pernapasan memainkan peran penting dalam efektifitas pelari. Jika ia mampu membawa lebih banyak oksigen maka ia akan lebih kuat dibanding temannya.


Ketika berlari maka secara alami seseorang akan kehabisan napas, karena otot-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara.


Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seseorang lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan oksigen ke otot sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh serta lebih nyaman.


Mengoptimalkan ritme napas adalah hal yang sederhana, ikuti langkah-langkah berikut untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari.



1. Bernafas dari mulut
Menggunakan mulut untuk nafas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibanding dari hidung. Jika mencoba bernapas dari hidung sambil berlari membuat otot-otot wajah mengencang dan rahang cenderung mengepal atau mengeras.

Sedangkan napas melalui mulut akan mendorong otot-otot wajah untuk rileks sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai. Jika mulai merasa kehabisan napas maka perlambat sedikit larinya.


2. Gunakan pernapasan perut lebih sering
Cobalah bernafas dari perut atau diafragma dan bukan dada. Cara melatihnya berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas. Jika seseorang bernapas dengan benar maka seharusnya perut naik dan turun setiap kali nafas, sementara dada kurang bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.


3. Mengambil nafas pendek dan dangkal
Menarik nafas terlalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu berlari jauh atau lama, untuk itu bernafaslah pendek secara dangkal sehingga lebih mudah mengatur nafas.

4. Nafas yang dilakukan berirama
Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan nafas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Misalnya ada orang yang setiap 2 langkah lari baru mengambil napas, tapi ada juga yang 3 langkah setiap nafasnya. Pola ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.


5. Dengarkan napas Anda
Gunakan telinga untuk mengontrol pernafasan. Jika mendengar nafas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.





 Bernafas dengan benar akan sangat penting untuk menurunkan stres dan meningkatkan stamina fisik yang tepat. Belajar untuk fokus pada pernafasan saat berlari memang tidak mudah, tapi hal ini bisa dilatih ketika sedang berjalan hingga nantinya tubuh menjadi terbiasa.
Mudah bukan???